Mr. Alfi Banda

Blog Berita Pendidikan

sdn87Ambon

Sabtu, 07 Maret 2020

Kanal Pelatihan Lokal SAGUMANTA Kembali di Gelar di Kab. Seram Bagian Barat

     mr.alfibanda.com
Ikatan guru Indonesia provinsi Maluku kembali menggelar workshop SAGUMANTA (satu guru Mahir multimedia interkatif) pada hari Sabtu 7 Maret 2020.

Workshop ini dilaksanakan di SD Negeri 3 Waimital, Kairatu, Seram Bagian Barat.

Instuktur yang didatangkan dalam pelatihan ini adalah Direktur kepelatihanan IGI Maluku, Alfi Hasan, M.Pd, bersama pelatih IGI Maluku lainnya Rahim Wally, S.Pd dan ketua IGI Maluku, Ode Abdurrachman.

Workshop ini dihadiri juga oleh wakil ketua Dewan Pembina IGI Pusat, Asmara Wassahua, M.Pd, yang menyempatkan hadir untuk memberikan motivasi, penguatan bagi para guru di IGI SBB.

Workshop yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seram Bagian Barat Dr. Masudin Sangaji, M.Si.ini dihadiri oleh 100 peserta dan panitia bersama IGI Maluku dan IGI SBB.
Dalam sambutannya Kadis Pendidikan Kab SBB yang juga menjadi sala satu staf pengajar di PPS Unpatti ini, mengapresiasi langkah IGI Maluku yang konsisten melaksanakan kegiatan peningkatan mutu bagi para guru di Kabupaten Seram Bagian Barat dengan dana mandiri.
Gerakan ini menandakan bahwa IGI Maluku cukup persistensi dan serius serta fokus menggerakkan guru dengan segala potensi memanfaatkan segala sumber daya guru pelatih IGI Maluku untuk menggerakkan para guru di Seram Bagian Barat.

Ditambahkan juga oleh Kepala Dinas Pendidikan SBB bahwa kadis pendidikan SBB sangat membuka diri dan siap melanjutkan kerjasama yang baik dengan berbagai program peningkatan mutu guru secara konsisten dan berkelanjutan apalagi IGI Maluku memiliki segudang program peningkatan mutu guru terbaik saat ini.
Kolaborasi ini penting sebab pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan tidak akan mampu bekerja sendiri untuk meningkatkan mutu guru di Kabupaten Seram Bagian Barat butuh kerja keroyokan untuk menghasilkan kualitas guru yang baik oleh karena itu peran IGI dianggap penting sebagai salah satu organisasi guru yang konsisten mengawal kualitas guru di kabupaten yang dijuluki Saka Mese Nusa ini.

Acara ini digelar bersamaan dengan agenda ikatan guru Indonesia Seram Bagian Barat atau IGI SBB yang juga menerapkan pelatihan peningkatan mutu guru berbasis literasi digital.

Waimital, 7 Maret 2020
Mr.Alfi Banda

Sabtu, 29 Februari 2020

Kolaborasi 2 Gupres, Maluku dan Sumatera Utara pada Seminar Teknologi Pendidikan di Kab. Labuhanbatu

mralfibanda.com 01/03/2020.
Dinas pendidikan kabupaten Labuhan Batu, Sumatera utara gelar seminar teknologi pendidikan.

Seminar ini bertemakan Guru dan pembelajaran abad 21, yang digelar pada 29 Pebruari 2020 di platinium Hotel, Rantauprapat, Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara. Hadir sebagai pembicara dalam seminar ini adalah kolaborasi dua guru berprestasi asal Maluku dan Sumatera Utara, yakni Alfi Hasan M.Pd, Guru SD Berpreatasi kota Ambon 2018 dan Siti Zakiah, M.Pd, guru SMK Berprestasi Provinsi Sumatera Utara 2018.
Dalam seminar ini disampaikan beberapa materi teknologi pembelajaran di antaranya, Pengenalan google class room, Aplikasi Android Digital, Pelatihan Dalam Jaringan SADAR IGI, Seameo dan Rumah belajar. Sedangkan materi tambahan dari Alfi Hasan yang bisa menjadi penguatan bagi para Pengawas dan Kepala Sekolah adalah tentang Pengembangan Literasi Digital dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler.
Dalam sambutannya kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu yang dibacakan oleh Kasi Pembinaan PTK SMP, Bapak Sukiman, SE, mengapresiasi kolaborasi Instruktur Nasional antara instruktur provinsi Maluku dan Sumatera Utara yang juga adalah pelatih Guru, yang telah berbagi manfaat bagi para guru di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Beliau juga memberi apresiasi kepada bapak Taufik, M.Pd guru berprestasi jenjang SD  asal Provinsi Sumatera Utara tahun 2018 sebagai inisiator dan telah banyak memberikan kontribusi kepada Kabupaten Labuhanbatu.
Kedua instruktur atau narasumber yang diundang dari provinsi Maluku dan provinsi Sumatera Utara adalah anggota aktif Ikatan Guru Indonesia, Alfi Hasan sendiri sebagai Direktur Pembinaan dan Pelatihan IGI Maluku yang aktif dalam kegiatan-kegiatan pelatihan guru secara mandiri di Provinsi Maluku dan Zakiah juga sebagai pengelola SADAR atau Sarasehan Dalam Jaringan Ikatan Guru Indonesia.
Ratusan peserta yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan hingga akhir. Mereka terdiri dari para guru, kepala sekolah dan pengawas di Kabupaten Labuhanbatu. 
Kegiatan seminar ini dirangkai dengan pemaparan makalah seputar digitalisasi pembelajaran oleh para guru SD SMP, Pengawas dan Kepala Sekolah.

Jumat, 28 Februari 2020

Perkembangan Revolusi Industri

mralfibanda.

Akhir-akhir ini seringkali kita mendengar istilah  revolusi industri 4.0 di berbagai media.  Sebagian dari kita ada yang sudah mengetahui arti dari revolusi industri 4.0 dan mungkin juga masih ada sebagian yang masih bingung dengan istilah tersebut.

Seperti dikutip dari Line Today, revolusi industri adalah perubahan besar terhadap cara manusia dalam mengolah sumber daya dan memproduksi barang. Revolusi industri merupakan fenomena yang terjadi antara 1750 – 1850. Saat itu, terjadi perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi. Perubahan tersebut ikut berdampak pada kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia termasuk pada dunia pendidikan.
Berikut akan saya Uraikan secara singkat perkembangan revolusi industri

Revolusi Industri 1.0
Revolusi Industri yang pertama terjadi pada abad ke-18 ditandai dengan penemuan mesin uap yang digunakan untuk proses produksi barang. Saat itu, di Inggris, mesin uap digunakan sebagai alat tenun mekanis pertama yang dapat meningkatkan produktivitas industri tekstil. Peralatan kerja yang awalnya bergantung pada tenaga manusia dan hewan akhirnya digantikan dengan mesin tersebut.

Selain itu, mesin uap digunakan pada bidang transportasi. Transportasi internasional pada masa itu adalah transportasi laut yang masih menggunakan tenaga angin. Namun, angin tidak dapat sepenuhnya diandalkan karena bisa jadi angin bertiup dari arah yang berlawanan atau bahkan tidak ada angin sama sekali.
Penggunaan tenaga angin pada alat transportasi pun mulai berkurang semenjak James Watt menemukan mesin uap yang jauh lebih efisien dan murah dibandingkan mesin uap sebelumnya pada 1776. Dengan mesin uap tersebut, kapal dapat berlayar selama 24 jam penuh jika mesin uap tetap didukung dengan kayu dan batu bara yang cukup.

Revolusi industri ini memungkinkan bangsa Eropa mengirim kapal perang ke seluruh penjuru dunia dalam waktu yang jauh lebih singkat. Negara-negara imperialis di Eropa mulai menjajah kerajaan-kerajaan di Afrika dan Asia. Selain penjajahan, terdapat dampak lain dari revolusi industri, yaitu pencemaran lingkungan akibat asap mesin uap dan limbah-limbah pabrik lainnya.


Revolusi Industri 2.0

Revolusi industri 2.0 terjadi di awal abad ke-20. Revolusi industri ini ditandai dengan penemuan tenaga listrik. Tenaga otot yang saat itu sudah tergantikan oleh mesin uap, perlahan mulai tergantikan lagi oleh tenaga listrik. Walaupun begitu, masih ada kendala yang menghambat proses produksi di pabrik, yaitu masalah transportasi. 

Di akhir 1800-an, mobil mulai diproduksi secara massal. Produksi massal ini tidak lantas membuat proses produksinya memakan waktu yang cepat karena setiap mobil harus dirakit dari awal hingga akhir di titik yang sama oleh seorang perakit mobil. Artinya, untuk merakit banyak mobil, proses perakitan harus dilakukan oleh banyak orang yang merakit mobil dalam waktu yang bersamaan.

Revolusi terjadi dengan terciptanya "lini produksi" atau assembly line yang menggunakan "ban berjalan" atau conveyor belt pada 1913. Hal ini mengakibatkan proses produksi berubah total karena untuk menyelesaikan satu mobil, tidak diperlukan satu orang untuk merakit dari awal hingga akhir. Para perakit mobil dilatih untuk menjadi spesialis yang mengurus satu bagian saja.

Selain itu, para perakit mobil telah melakukan pekerjaannya dengan bantuan alat-alat yang menggunakan tenaga listrik yang jauh lebih mudah dan murah daripada tenaga uap.

Revolusi industri kedua ini juga berdampak pada kondisi militer pada perang dunia II. Ribuan tank, pesawat, dan senjata diciptakan dari pabrik-pabrik yang menggunakan lini produksi dan ban berjalan. Hal ini terjadi karena adanya produksi massal (mass production). Perubahan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri boleh dibilang menjadi komplit.

saja.

Selain itu, para perakit mobil telah melakukan pekerjaannya dengan bantuan alat-alat yang menggunakan tenaga listrik yang jauh lebih mudah dan murah daripada tenaga uap.

Revolusi industri kedua ini juga berdampak pada kondisi militer pada perang dunia II. Ribuan tank, pesawat, dan senjata diciptakan dari pabrik-pabrik yang menggunakan lini produksi dan ban berjalan. Hal ini terjadi karena adanya produksi massal (mass production). Perubahan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri boleh dibilang menjadi komplit.

Revolusi Industri 3.0

Setelah revolusi industri kedua, manusia masih berperan sangat penting dalam proses produksi berbagai macam jenis barang. Tetapi, setelah revolusi industri yang ketiga, manusia tidak lagi memegang peranan penting. Setelah revolusi ini, abad industri pelan-pelan berakhir dan abad informasi dimulai.

Jika revolusi pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi kedua dipicu oleh ban berjalan dan listrik, revolusi ketiga ini dipicu oleh mesin yang dapat bergerak dan berpikir secara otomatis, yaitu komputer dan robot.

Salah satu komputer pertama yang dikembangkan di era perang dunia II sebagai mesin untuk memecahkan kode buatan Nazi Jerman adalah komputer bernama Colossus. Komputer yang dapat diprogram tersebut merupakan mesin raksasa sebesar ruang tidur yang tidak memiliki RAM dan tidak bisa menerima perintah dari manusia melalui keyboard. Komputer purba tersebut hanya menerima perintah melalui pita kertas yang membutuhkan daya listrik sangat besar, yaitu 8.500 watt.

Namun, kemajuan teknologi komputer berkembang luar biasa pesat setelah perang dunia kedua selesai. Penemuan semikonduktor, transistor, dan kemudian integrated chip (IC) membuat ukuran komputer semakin kecil, listrik yang dibutuhkan semakin sedikit, serta kemampuan berhitungnya semakin canggih.

Mengecilnya ukuran membuat komputer bisa dipasang di mesin-mesin yang mengoperasikan lini produksi. Komputer pun mulai menggantikan banyak manusia sebagai operator dan pengendali lini produksi.

Revolusi Industri 4.0

Nah, inilah revolusi industri yang saat ini sedang ramai diperbincangkan. Bahkan, diangkat menjadi salah satu topik dalam  debat calon presiden tahun 2019. Industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi siber. Istilah industri 4.0 berasal dari sebuah proyek dalam strategi teknologi canggih Pemerintah Jerman yang mengutamakan komputerisasi pabrik.

Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem siber-fisik, internet of things (lot), cloud computing, dan cognitive computing.

Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup. Singkatnya, revolusi industri 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.

Banyak hal yang tak terpikirkan sebelumnya, tiba-tiba muncul dan menjadi inovasi baru, serta membuka lahan bisnis yang sangat besar. Contoh terdekatnya, munculnya transportasi dengan sistem ride-sharing seperti Go-Jek dan Grab. Kehadiran revolusi industri 4.0 memang menghadirkan usaha baru, lapangan kerja baru, dan profesi baru yang tak terpikirkan sebelumnya.

Tidak dapat dipungkiri, berbagai aspek kehidupan manusia akan terus berubah seiring dengan revolusi dan perkembangan teknologi yang terjadi. Memang perubahan seringkali diiringi banyak dampak negatif dan menimbulkan masalah-masalah baru. Namun, perubahan juga selalu bisa membawa masyarakat ke arah yang lebih baik.

Simpulannya, revolusi industri 4.0 bukanlah suatu kejadian yang menakutkan, justru membuka peluang yang semakin luas bagi anak bangsa untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Labuhanbatu, 29/02/2020
Mr.alfibanda

Kamis, 27 Februari 2020

Teknologi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran

Dua istilah yang terkadang membuat kita bingung, apakah istilah itu sama ataukah berbeda. Teknologi pendidikan dan teknologi pembelajaran. Banyak orang menganggap kedua istilah ini sama tapi sebagian mereka berpendapat bahwa kedua istilah ini berbeda karena dari segi penamaan saja sudah berbeda. Apa sih perbedaannya
Kata Pendidikan dan pembelajaran yang membentuk istilah tersebut tentu berbeda, menurut UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujjudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi gurunya ….”, sedangkan “Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”.

Jika diartikan menurut istilahnya secara umum, secara konseptual teknologi pendidikan didefinisikan sebagai teori dan praktik dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, penilaian, dan penelitian proses, sumber, dan sistem untuk belajar. Definisi tersebut mengandung pengertian adanya komponen dalam pembelajaran, yaitu teori dan praktik; desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, penilaian, dan penelitian; proses, sumber, dan sistem; dan untuk belajar. Jadi istilah teknologi pendidikan lebih luas cakupannya dibandingkan dengan teknologi pembelajaran. Teknologi pendidikan mencakup sistem lain yang digunakan dalam proses mengembangkan kemampuan manusia.

Sedangkan teknologi pembelajaran merupakan suatu bidang kajian khusus ilmu pendidikan dengan objek formal “belajar” pada manusia secara individu maupun kelompok. Hal ini karena belajar tidak hanya berlangsung dalam lingkup sekolah, melainkan juga pada organisasi misalnya keluarga, masyarakat, dunia usaha, bahkan pemerintahan. Belajar dapat di mana saja, kapan saja dan siapa saja, mengenai apa saja, dengan cara dan sumber apa saja yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

Teknologi Pendidikan sekarang sangat jauh berkembang. Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat proses pembelajaran lebih cepat dan efektif. Perkembangan teknologi telah membawa banyak perubahan bagi dunia pendidikan. Sebut saja teknologi yang sangat berperan penting adalah layanan internet. Hanya mengetik kata yang berhubungan dengan informasi yang kita ingin cari pada web search engine, maka dengan cepat kita akan mendapatkan informasi tersebut.

Berikut beberapa definisi teknologi pendidikan :
Suatu cara yang sistematis dalam mendesain, melaksanakan, dan mengevaluasi proses keseluruhan dari belajar dan pembelajaran dalam bentuk tujuan pembelajaran yang spesifik, berdasarkan penelitian dalam teori belajar dan komunikasi pada manusia dan menggunakan kombinasi sumber-sumber belajar dari manusia maupun non-manusia untuk membuat pembelajaran lebih efektif. Dengan demikian, sejak tahun 1970an, sudah ada pandangan bahwa manusia (dalam hal ini guru ) bukanlah satu-satunya sumber belajar.

Menurut Tom Cutchall (1999) teknologi pendidikan merupakan penelitian dan aplikasi ilmu perilaku dan teori belajar dengan menggunakan pendekatan sistem untuk melakukan analisis , desain, pengembangan, implementasi, evaluasi dan pengelolaan penggunaan teknologi untuk membantu memecahkan masalah belajar dan kinerja. Tujuan utamanya adalah pemanfaatan teknologi untuk membantu memecahkan masalah belajar dan kinerja manusia

Teknologi pendidikan adalah satu bidang dalam memfasilitasi belajar manusia melalui identifikasi, pengembangan, pengorganisasian dan pemanfaatan secara sistematis seluruh sumber belajar dan melalui pengelolaan proses kesemuanya itu. Obyek formal menurut pengertian ini adalah bagaimana memfasilitasi belajar.

Teknologi Pendidikan adalah proses kompleks yang terintegrasi meliputi orang, prosedur , gagasan, sarana dan organisasi untuk menganalisis masalah dan merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar manusia. Obyek formal teknologi pendidilkan adalah memecahkan masalah belajar manusia. Dilakukan dengan cara menganalisis masalah terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah tersebut.

Definisi terbaru, teknologi pendidikan adalah studi dan praktek etis dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan, menggunakan atau memanfaatkan, dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat.

Jelas, tujuan utamanya masih tetap untuk memfasilitasi pembelajaran (agar efektif, efisien dan menarik) dan meningkatkan kinerja.

Berdasarkan definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa:
Teknologi pendidikan adalah suatu disiplin /bidang (field of study). Istilah teknologi pembelajaran dipakai bergantian dengan istilah teknologi pendidikan

Tujuan utama teknologi pembelajaran adalah Untuk memecahkan masalah belajar atau memfasilitasi pembelajaran; dan  Untuk meningkatkan kinerja ;
Dalam mewujudkan tersebut menggunakan pendekatan sistemi (pendekatan yag holistik/komprehensif, bukan pendekatan yang bersifat parsial);
Kawasan teknologi pendidikan dapat meliputi kegiatan yang berkaitan dengan analisis, desain, pengembangan, pemanfaatan , pengelolaan, implementasi dan evaluasi baik proses-proses maupun sumber-sumber belajar.
Teknologi pembelajaran tidak hanya bergerak di persekolahan tapi juga dalam semua aktifitas manusia (seperti perusahaan, keluarga , organisasi masyarakat, dll) sejauh berkaitan dengan upaya memcahkan masalah belajar dan peningkatan kinerja.
Yang dimaksud dengan teknologi disini adalah teknologi dalam arti yang luas, bukan hanya teknologi fisik (hardtech), tapi juga teknologi lunak (softtech).

Rantauprapat, 26/02/2020
Mr.AlfiBada

IGI Maluku menggandeng MPRI RI gelar Semnas Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan Merdeka Belajar.

mralfibanda.com
Ikatan Guru Indonesia (IGI) Maluku dan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik INdonesia gelar seminar nasional Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dan Merdeka Belajar.
Ikatan Guru Indonesia, (IGI) Maluku, sukses menggelar seminar nasional sosialisasi empat pilar dan merdeka belajar yang diselenggarakan pada, Selasa 18 Pebruari 2020 di kampus PGSD Unpatti Ambon.

Hadir sebagai pembicara adalah anggota badan sosialisasi MPR RI sekaligus anggota DPR RI komisi VII fraksi PKS dapil Maluku, Ibu Saadiah Uluputty, ST. dan Ibu Dra. Hj. Latifhah Sohib sebagai anggota komisi X DPR RI fraksi PKB Dapil Jawa Timur.

Dalam paparannya Saadiah Uluputty menekankan pentingnya pemahaman wawasan empat pilar kebangsaann oleh para guru terutama guru IGI Maluku yang wajib mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan tersebut dalam pembelajaran, yakni Pancasila, Undang-undang Negara Indonesia, dan Bihnneka Tunggal Ika.
Hadirnya asupan tambahan pengetahuan empat pilar kebangsaan dan merdeka belajar ini adalah bentuk kepedulian negara untuk merawat seluruh lapisan masyarakat dengan simpul persatuan dan kesatuan bangsa dan menjaga selalu harmonisasi persatuan di tengah keragaman.

Dalam penyampaian panelis berikutnya oleh pemateri kedua yakni Ibu Lathifah Sohib menekankan bahwa merdeka belajar harusnya tidak pernah terikat dengan zonasi wilayah semata, tetapi lebih jauh pada zonasi anggaran. "Kebijakan anggaran dalam pendidikan tidak harus dilihat secara parsial tetapi, 

Respon kebijakan anggaran secara teknis ketika biaya operasional sekolah (BOS) diberi peluang pada kepala sekolah untuk memaksimalkan sejumlah 50% untuk membayar gaji honorer.

Acara sosialisasi empat pilar kebangsaan ini digelar berkat kerjasama Ikatan Guru Indonesia wilayah Maluku dan Badan Sosialisasi Majelis Permusawaratan rakyat MPR RI dan didukung oleh fakultas keguruan dan Ilmu pendidikan khususnya program studi pendidikan guru sekolah dasar.

Peserta yang hadir dalam acara ini mayoritas anggota IGI Maluku, para dosen, organisasi profesi guru, perwakilan dinas pendidikan kota Ambon dan tokoh pemuda.

Acara ini dibuka langsung oleh gubernur Maluku yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Ingsun Sangadji.

Dalam sambutan Gubernur Maluku yang yang dibacakan oleh Kadis pendidikan Provinsi Maluku menyambut baik acara sosialisasi 4 pilar ini, karena selain menambah pengetahuan bagi guru juga memupuk nasionalisme kebangsaan yang kuat.

Beliau juga mengapresiasi langkah IGI Maluku yang mengambil inisiatif berkolaborasi dengan MPR RI mengelar acara ini dengan harapan baik bahwa ke depan akan disusun langkah strategis untuk terus meningkatkan mutu profesionalisme para guru dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak terutama IGI, namun langkah-langkah ini masih harus terus didiskusikan dulu secara internal sehingga bisa diatur bagaimana kolaborasi ini bisa maksimal ke depan.

Seminar Nasional 4 pilar Kebangsaan MPR RI dan IGI Maluku

Kiprah Ikatan guru indonesia IGI provinsi Maluku, sebagai organisasi profesi guru sejak dideklarasikan 2016 di LPMP Maluku telah memfasilitasi ribuan guru Maluku untuk terus meningkatkan kompetensi profesi sebagaimana amanat undang-undang guru dan dosen Nomor 14 Tahun 2004.
Peningkatan kompetensi guru ini dilakukan secara mandiri melalui berbagai program peningkatan mutu guru yang diselenggarakan oleh IGI Maluku serentak di seluruh kabupaten kota di Maluku.

Peningkatan kompetensi profesi oleh IGI ini, juga dibarengi dengan peningkatan kompetensi kepribadian dan sosial termasuk dengan membina semangat ideologi nasionalisme kebangsaan yang melekat pada setiap warga negara Indonesia, utamanya guru.

Oleh karena itu berbagai kerjasama kemitraan atau kolaborasi yang diselenggarakan oleh IGI Maluku dengan berbagai pihak, adalah semata-mata ingin memupuk nasionalisme dan cinta tanah air selain bertujuan meningkatkan kompetensi mnarutu, juga ingin menata kompetensi kepribadian dan sosial para guru IGI yang akan berimbas pada peserta didik di lingkungan pendidikan.

Untuk itulah muncul inisiatif kerjasama antara ikatan guru Indonesia IGI Maluku dan badan sosialisasi empat pilar kebangsaan Majelis Permusyawaratan MPR RI, yang dikemas dalam sebuah event seminar nasional dan sosialisasi 4 pilar kebangsaan dan merdeka belajar.

Inisiatif ini disambut baik oleh salah satu legislator DPR RI dapil Maluku ibu Saadiah Uluputty, ST, yang mengamini niat baik tersebut dan langsung mengajak IGI Maluku menyelenggarakan acara tersebut yang kemudian diparalelkan dengan tema pendidikan oleh salah satu legislator komisi 10 bidang pendidikan DPR RI dapil Jawa Timur yang mengambil bagian dari seminar nasional ini. Maka tema sentral kemudian dibahas juga tentang Merdeka belajar oleh ibu Dra. Hj. Lathifah Shohib.
Alasan utama dari penyelenggaraan acara ini adalah Karena Guru IGI dan mayarakat luas juga membutuhkan informasi terbaru tentang perkembangan isu dan kebijakan politik pendidikan, maka ikatan guru Indonesia merasa perlu menghadirkan dua srikandi legislator DPR RI tersebut.

Karena seminar nasional ini bertepatan dengan kegiatan penyerapan aspirasi para tokoh legislator terutama legislator daerah pemilihan Maluku maka kegiatan ilmiah ini juga berusaha menyerap aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat Maluku khususnya para guru.

Seminar ini dihadiri oleh 300 peserta yang sebelumnya sudah mendaftar secara online atau dalam jaringan dan ada beberapa sekolah yang hadir melalui jalur undangan. 

Berbagai pertanyaan yang muncul dalam seminar dijelaskan secara gamblang oleh 2 srikandi pemateri dan membuka kesempatan seluas-luasnya untuk tetap berdiskusi dan menerima masukan untuk disampaikan sebagai aspirasi masyarakat pendidikan kepada forum paripurna DPR RI.

IGI Maluku Berharap Orgprof Bersama-sama memberi Bantuan Hukum kepada 3 Guru Peristiwa Sisir Sungai

alfibanda.com_IGI Wilayah Maluku berempati terhadap kasus yang menimpah 3 guru SMPN 1 Turi. IGI Maluku berharap Kapolri berbuat adil terhadap marwah dan martabat guru terkait dengan berita yang simpansiur berkembang di media. tegas Ketua IGI Maluku, Ode Abdurrachman, Kamis (27/02/2020).

Ode menambahkan, guru tak mungkin berniat menyakiti muridnya, apalagi hingga menghilangkan nyawa. Kejadian ini menjadi bahan ikhtiar bagi guru kedepan. Oleh sebabnya IGI berharap kepada semua organisasi Profesi sama-sama kita memberi bantuan hukum kepada ketiga guru yang juga sebagai pembina pramuka di SMPN 1 Turi.

Peristiwa susur sungai yang telah merenggut nyawa siswa SMP 1 Turi tentu saja menjadi persoalan serius meskipun diyakini tidak ada sedikitpun unsur kesengajaan oleh pihak guru pendamping dalam menjalankan tugasnya untuk secara sengaja mencelakai siswanya apalagi hingga membunuh siswanya.

Harus diakui ada kekeliruan dan kelalaian sehingga menimbulkan korban jiwa tetapi juga diyakini bahwa tidak ada unsur kesengajaan oleh guru tersebut untuk menghilangkan nyawa anak didiknya.

“Karena itu proses itu kami serahkan sepenuhnya untuk diproses secara hukum dan kami menghargai dan sangat mengapresiasi kawan-kawan organisasi guru lainnya yang telah lebih awal menurunkan tim bantuan hukum untuk mendampingi kawan-kawan guru kita yang mendapatkan musibah,” kata Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Muhammad Ramli Rahim kepada Terkini.id – jaringan Suara.com, Rabu (26/2/2020).

Sebagaimana yang dipublish oleh kumparan.com Rabu, (26/02/2020)  di jelaskan bahwa, berita yang berkembang di media tentang penggundulan sudah di klarifikasi oleh tersangka, “Kalau gundul itu permintaan kami, Pak. Pada dasarnya alasan kami demi keamanan. Kalau saya tidak gundul banyak yang lihat saya bentuknya (berbeda), di dalam itu gundul semua. Jadi itu permintaan kami,” ujar tersangka Yoppy.

Yoppy menjelaskan bahwa dia dan 2 tersangka lain juga meminta agar memakai seragam yang sama dengan tahanan lain. Dengan begitu mereka akan aman berbaur dengan tahanan lain dan tidak membuat yang lain iri. 

“Kalau di dalam bajunya sama, gundul semua orang. Jadi tidak spesifik (berbeda) ke saya,” kata dia. 
Yoppy pun meminta kepada Wahyudi untuk mengklarifikasi berita yang beredar. Kemudian soal penggundulan bahkan sesuai permintaan mereka agar sama dengan tahanan yang lain. Yang satunya juga mengaku memang biasa gundul. Saya ingin memastikan para pembina Pramuka ini dalam keadaan sehat dan baik dan tidak ada suatu apa pun.